Setelah mengalami Tahun Emas di 2010, penjualan otomotif tahun ini (2011) diperkirakan akan mengalami penurunan. Setidaknya dalam dua tiga bulan ke depan, penurunan itu sudah akan terasa. Pemicunya, selain kenaikan harga mobil per 1 Januari lalu, juga karena harga minyak dunia yang terus naik.
Dikhawatirkan, jika harga minyak dunia terus melambung hingga pemerintah memberlakukan pembatasan bbm Maret mendatang, akan berpengaruh pada harga bbm non subsidi. Pada saat itu, beban operasional para pemilik mobil akan meningkat tajam sehingga keinginan untuk membeli mobil baru terpaksa harus ditunda. Sebagian konsumen juga terkadang menunggu produk baru yang bakal diluncurkan ATPM.
Di sisi lain, penjualan otomotif di awal tahun selalu mengalami penurunan, ini terjadi karena sebagian besar konsumen sudah membeli mobil pada akhir tahun, memanfaatkan promosi besar-besaran yang gencar dilakukan ATPM bersama dealer untuk menggenjot penjualan demi target dan bonus.
Dan itu sudah terbukti. Penjualan mobil sepanjang 2010 melewati target, totalnya mencapai 763.751 unit. Selama Desember 2010 saja, wholesale-nya saja 69.006 unit, meski turun dibandingkan Oktober dan November 2010. Namun ritelnya, tertinggi sepanjang 2010, mencapai 73.239 unit.
Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR, jauh-jauh hari sudah mengingatkan para agen tunggal pemegang merek (ATPM) agar bersiap-siap ‘gigit jari’ kalau prediksi tersebut di atas, itu terjadi. Sudirman memperkirakan pasar akan anjlok, terutama kalau mengacu pada kasus tahun 2005, penurunannya bisa mencapai 30 persen.
Sependapat dengan pernyataan Ketua Umum Gaikindo itu, Direktur Pemasaran PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, pasar otomotif 2011 akan lebih berat.
Pernyataan Amelia itu berkaitan dengan turunnya pangsa pasar Daihatsu. Jika tahun 2009, Daihatsu menguasai 15,9% pasar, maka tahun ini turun tipis menjadi 15,5%. Meski demikian Daihatsu mempertahankan posisinya di peringkat kedua otomotif nasional di bawah Toyota yang mencatat penjualan 280.680 unit.
Pada bulan Desember, penjualan wholesale Daihatsu tercatat 12.461 unit. Sedangkan untuk ritel 12.003 unit atau total 115.705 unit sepanjang tahun 2010 lalu.
Xenia tetap menjadi andalan utama dengan memberikan kontribusi 55% dari total penjualan Daihatsu di Indonesia. Low MPV andalan Daihatsu itu, total terjual pada 2010 lalu sebanyak 63,141 unit.
Posisi kedua ditempati Gran Max dengan penjualan 28,979 unit atau 25% dari total penjualan Daihatsu, selanjutnya medium SUV Terios 16.916 unit atau 15%, Luxio sebanyak 5,982 unit dan city car Sirion sebanyak 687 unit.
Sepanjang 2010, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berhasil mencatat penjualan wholesale sebanyak 118.591 unit. Angka ini naik 53% dibandingkan penjulan wholesale di tahun 2009 yang tercatat sebanyak 77.513 unit. Pencapaian ini menjadi rekor penjualan terbaik yang diraih Daihatsu.
Daihatsu, menurut Amel tidak akan terlena dengan pencapaian tahun lalu. “Kami akan berusaha mempertahankan posisi kedua dengan dengan meningkatkan kualitas pelayanan, menambah jaringan, dan kualitas after sales,” kata Amelia dalam keterangan resmi, Kamis (6/1).
Toyota Astra Motor (TAM) sebagai pemimpin pasar otomotif sepanjang masa, sepertinya juga sudah berancang-ancang untuk menghadapi tahun 2011. Setelah mengumumkan harga baru mobil Toyota pada 2011, melalui dealer terbesarnya Auto 2000, TAM juga mulai jor-joran melakukan promosi.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 40 kg emas siap digelontorkan. Bertajuk Toyota Pesta Emas 2011, program ini diklaim sebagai unggulan awal tahun di mana setiap pembelian semua jenis mobil Toyota (kecuali Toyota Limo) selama Januari sampai dengan Maret 2011 berhak mendapat undian untuk 6 grandprize @1 kg emas.
Menariknya, program ini akan memberikan total hadiah lebih dari 40 kg emas bagi para pelanggan Toyota. Program dibuat bersama Toyota-Astra Motor, ACC Astra Credit Companies), TAFS (Toyota Astra Financial Services) dan Asuransi Garda Oto.
Anda secara otomatis dapat mengikuti program undian Toyota Pesta Emas sepanjang Anda membeli mobil-mobil Toyota di semua outlet Auto2000 dan dealer-dealer resmi selain Auto2000 (Plaza, Tunas, Astrido dan lain-lain).
Lalu bagaimana dengan ATPM lain? Sejauh ini memang belum terdengar. Bahkan beberapa ATPM besar masih enggan mengeluarkan rilis tentang harga baru mobil yang mereka jual. Padahal dengan kenaikan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 10-12 persen di Jakarta dan 10-15 persen di luar daerah Jakarta, semua harga mobil pasti naik. |